Politics Not As Usual

Just another Blogdetik.com weblog

Politics Not As Usual header image 2

Mengelola Negara Setelah Ramadhan? ———— (Notes on Ramadhan) Cyril Raoul Hakim

September 4th, 2009 · 1 Comment · Tak Berkategori

Sistem dan cara mengelola Administrasi Negara diharapkan dapat berubah secara kultur, pemikiran dan aplikasinya (ke arah yang lebih baik tentunya) setelah bulan suci Ramadhan ini kita lewati. Seperti kita ketahui semua Agama yang dalam prakteknya mewajibkan puasa, semuanya pada intinya memiliki misi yang sama dalam berpuasa yang secara global kira-kira adalah penguatan kontrol-diri, penguatan menahan hawa nafsu dan mempertajam rasa empati terhadap orang lain yang kurang beruntung.

Di dalam mengelola Negara, Pemerintah sekarang masih sangat jauh dari mem-praktekkan apa yang seharusnya dicapai oleh makhluk makhluk yang berpuasa dalam menjalankan roda kehidupannya. Pemerintah yang notabene personilnya secara mayoritas adalah Muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan; berarti seharusnya mengalami pengalaman spiritual dalam penguatan penguatan di atas (kontrol diri, menahan nafsu, berempati dll) ternyata selama ini sepertinya hanya mendapatkan dua hal yang paling tidak penting dalam berpuasa (walaupun juga sebagai syarat) yaitu ‘lapar’ dan ‘haus’.
Contoh konkrit yang dilakukan oleh ‘orang-orang ber-Agama’ (paling tidak mereka semua mengaku begitu) di Pemerintahan, dalam menjalankan roda kebijaksanaannya yang dapat kita lihat pada kurun waktu sekarang adalah penyelesaian masalah Bank Century, baik dahulunya ketika memilih melakukan ‘bail-out’ dengan menyuntikkan dana triliunan rupiah, atau pun penyelesaiannya sekarang ketika terbukti dana tersebut hanya dipakai untuk mengganti uang uang powerful customer seperti Hartati Murdaya Pho, Arifin Panigoro dll. Sedangkan nasabah nasabah kecil sama sekali dibiarkan bangkrut tanpa ada kejelasan kemana mereka harus meminta ganti uang yang hanya seadanya itu dan semua disimpan di Bank tersebut.
Pada kesempatan ini saya tidak mau membahas mengenai praktek ekonomi apa yang diterapkan Pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini (walaupun jelas ini Neo-liberalisme, carbon copy daripada apa yang dilakukan Amerika Serikat sekarang dalam mem-bail-out korporasi korporasi raksasanya dengan akhir yang sama juga yaitu tetap bangkrut). Tiada pemikiran yang dalam dan terfokus kepada kepentingan si lemah, si nasabah kecil. Semua lebih terpaku pada ekonomi secara makro yang terus menerus hanya membantu si kuat yang terus menerus pula menginjak injak si kecil.
Semua yang dilakukan tidak mencerminkan perilaku perilaku yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, tidak juga Nabi Musa AS, dan yang pasti jauh dari perilaku Nabi Isa AS. Tidak ada lagi saat yang lebih tepat untuk memperbaiki (paling tidak memulai) apa yang telah rusak selama ini, dengan betul betul menyisipkan spiritualisme dalam setiap langkah ketika mencoba memberikan solusi bagi bangsa ini. Bahwa Ramadhan tidaklah semata mata hanya untuk merasa lapar dan haus, tapi penguatan penguatan pada rasa kemanusiaan, rasa tahan terhadap hawa nafsu dan menahan memperkaya diri dengan sendirinya kebijakan kebijakan yang keluar dari kantor Pemerintahan akan ber-bentuk design baru yaitu kebiajakan ekonomi-politik yang mendahulukan kepentingan kepentingan si lemah dan nasabah nasabah kecil.

Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Tags:



One Response to “Mengelola Negara Setelah Ramadhan? ———— (Notes on Ramadhan) Cyril Raoul Hakim”

  1.   haryoshi said:

    nice post…

    visit me ya….
    repository farmasi unand

Leave a Reply